<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>⚖️ HUKUM &amp; FILSAFAT Arsip - Ungkapkriminal.com</title>
	<atom:link href="https://ungkapkriminal.com/category/%e2%9a%96%ef%b8%8f-hukum-filsafat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ungkapkriminal.com/category/⚖️-hukum-filsafat/</link>
	<description>Diandalkan dan ditargetkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2026 21:56:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://ungkapkriminal.com/wp-content/uploads/2022/09/cropped-logo3-32x32.png</url>
	<title>⚖️ HUKUM &amp; FILSAFAT Arsip - Ungkapkriminal.com</title>
	<link>https://ungkapkriminal.com/category/⚖️-hukum-filsafat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>&#8220;John Rawls : THE USE OF PUBLIC REASON&#8221;</title>
		<link>https://ungkapkriminal.com/2026/02/26/john-rawls-the-use-of-public-reason/</link>
					<comments>https://ungkapkriminal.com/2026/02/26/john-rawls-the-use-of-public-reason/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JUNAIDI NASUTION]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 21:56:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[⚖️ HUKUM & FILSAFAT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ungkapkriminal.com/?p=8362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterangan Foto:<br />
Diskursus intelektual tentang legitimasi kebijakan publik dan pentingnya "The Use of Public Reason" dalam demokrasi konstitusional. Forum ini menegaskan bahwa transparansi argumentatif dan kritik rasional merupakan fondasi negara hukum modern. Doc, Ungkapkriminal.com<br />
FAKTA BUKAN DRAMA </p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/02/26/john-rawls-the-use-of-public-reason/">&#8220;John Rawls : THE USE OF PUBLIC REASON&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Nalar Publik, Kekuasaan, dan Tanggung Jawab Moral dalam Demokrasi Konstitusional</p>
</blockquote>



<p>Oleh: Redaksi<br>UngkapKriminal.com</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Di tengah riuh rendah politik kontemporer, satu pertanyaan mendasar mengemuka:</p>



<p>Apakah kebijakan publik lahir dari nalar yang dapat dipertanggungjawabkan,<br>atau sekadar dari kalkulasi kekuasaan?</p>



<p>Konsep public reason yang diperkenalkan secara sistematis</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>oleh &#8220;John Rawls&#8221;</p>
</blockquote>



<p>dalam karya monumentalnya</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Political Liberalism</p>
</blockquote>



<p>menegaskan bahwa dalam masyarakat<br>demokratis, argumen yang digunakan<br>untuk membenarkan kebijakan publik</p>



<p>harus dapat diterima oleh semua warga negara sebagai warga yang setara.</p>



<p>Inilah yang disebut</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“The Use of Public Reason” — penggunaan nalar publik.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Nalar Publik: Fondasi Moral Negara Hukum<br>Dalam negara hukum, kekuasaan tidak</p>



<p>boleh berdiri di atas kehendak personal, apalagi sentimen kelompok.</p>



<p>Ia harus berdiri di atas alasan yang bisa diuji secara rasional dan universal.</p>



<p>Rawls menekankan bahwa pejabat publik ketika berbicara mengenai:</p>



<p>Konstitusi</p>



<p>Hak asasi manusia</p>



<p>Kebijakan strategis negara</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>wajib menggunakan argumentasi yang tidak bersifat sektarian.<br>Artinya:</p>



<p>Negara tidak boleh dipandu oleh dogma eksklusif.</p>



<p>Ia harus dipandu oleh nalar yang bisa diterima oleh seluruh warga, tanpa</p>



<p>melihat latar belakang agama, etnis, maupun ideologi.</p>



<p>Dalam konteks Indonesia, prinsip ini selaras dengan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Pasal 1 ayat (3) UUD 1945: Indonesia adalah negara hukum.<br>Pasal 28D UUD 1945: Jaminan kepastian hukum yang adil.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Ketika Nalar Digantikan Propaganda<br>Masalah muncul ketika ruang publik dipenuhi oleh:</p>



<p>Retorika emosional</p>



<p>Polarisasi identitas</p>



<p>Kultus figur</p>



<p>Disinformasi sistemik</p>



<p>Di sinilah “The Use of Public Reason” menjadi alat ukur etika politik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Apakah kebijakan itu lahir dari:<br>Kajian ilmiah?</p>



<p>Kepentingan publik yang rasional?</p>



<p>Transparansi dan akuntabilitas?</p>



<p>Ataukah dari:<br>Kepentingan oligarkis?</p>



<p>Tekanan kelompok?</p>



<p>Manipulasi persepsi?</p>



<p>Nalar publik adalah antitesis dari propaganda.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Relevansi bagi Indonesia:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Demokrasi atau Demokrasi Simbolik?</p>
</blockquote>



<p>Demokrasi bukan sekadar pemilu lima tahunan.</p>



<p>Demokrasi sejati adalah ketika setiap kebijakan dapat dijelaskan dengan</p>



<p>alasan rasional yang bisa diuji secara publik.</p>



<p>Dalam tradisi filsafat politik modern, prinsip ini juga sejalan dengan gagasan deliberatif dari Jürgen Habermas yang menekankan pentingnya ruang diskursus rasional dalam legitimasi kekuasaan.</p>



<p>Jika kebijakan tidak dapat dijelaskan secara rasional kepada rakyat, maka legitimasi moralnya patut dipertanyakan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Jurnalisme Profetik dan Nalar Publik<br>Di sinilah peran media independen.</p>



<p>Jurnalisme tidak boleh menjadi alat gema kekuasaan.</p>



<p>Ia harus menjadi penjaga nalar publik.<br>“Jurnalisme Profetik” yang diperjuangkan UngkapKriminal.com berdiri di atas tiga pilar:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Kebenaran (Truth)<br>Keadilan (Justice)<br>Tanggung Jawab Moral (Moral Accountability)</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Jurnalisme profetik bukan agitasi.<br>Ia adalah jihad intelektual melawan kebohongan.</p>



<p>Ia menguji kekuasaan dengan nalar.<br>Bukan dengan kebencian.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Manifesto Nalar Publik<br>Kami percaya:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Kekuasaan tanpa nalar publik adalah otoritarianisme yang disamarkan.<br>Kritik tanpa nalar publik adalah anarki emosional.<br>Media tanpa nalar publik adalah propaganda.</p>



<p>Maka “The Use of Public Reason” bukan sekadar teori filsafat.<br>Ia adalah disiplin moral dalam kehidupan berbangsa.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Catatan Intelektual Redaksi</p>



<p>Tulisan ini tidak diarahkan kepada individu atau institusi tertentu.</p>



<p>Ia merupakan refleksi normatif tentang prinsip demokrasi konstitusional dan etika kebijakan publik.</p>



<p>Kritik dalam kerangka nalar publik bukan bentuk permusuhan terhadap negara,</p>



<p>melainkan bagian dari tanggung jawab warga negara dalam menjaga kualitas demokrasi.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Penutup Reflektif<br>Allah SWT berfirman:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan karena Allah, menjadi saksi dengan adil.”<br>(QS. An-Nisa: 135)</p>
</blockquote>



<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Sebaik-baik jihad adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim.”</p>
</blockquote>



<p>Nalar publik adalah bagian dari jihad intelektual itu.</p>



<p>Demokrasi yang sehat bukan yang alergi dari kritik,<br>melainkan yang kuat karena kritiknya rasional.</p>



<p>.</p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F02%2F26%2Fjohn-rawls-the-use-of-public-reason%2F&amp;linkname=%E2%80%9CJohn%20Rawls%20%3A%20THE%20USE%20OF%20PUBLIC%20REASON%E2%80%9D" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_twitter" href="https://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F02%2F26%2Fjohn-rawls-the-use-of-public-reason%2F&amp;linkname=%E2%80%9CJohn%20Rawls%20%3A%20THE%20USE%20OF%20PUBLIC%20REASON%E2%80%9D" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F02%2F26%2Fjohn-rawls-the-use-of-public-reason%2F&amp;linkname=%E2%80%9CJohn%20Rawls%20%3A%20THE%20USE%20OF%20PUBLIC%20REASON%E2%80%9D" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F02%2F26%2Fjohn-rawls-the-use-of-public-reason%2F&amp;linkname=%E2%80%9CJohn%20Rawls%20%3A%20THE%20USE%20OF%20PUBLIC%20REASON%E2%80%9D" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_pinterest" href="https://www.addtoany.com/add_to/pinterest?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F02%2F26%2Fjohn-rawls-the-use-of-public-reason%2F&amp;linkname=%E2%80%9CJohn%20Rawls%20%3A%20THE%20USE%20OF%20PUBLIC%20REASON%E2%80%9D" title="Pinterest" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_google_gmail" href="https://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F02%2F26%2Fjohn-rawls-the-use-of-public-reason%2F&amp;linkname=%E2%80%9CJohn%20Rawls%20%3A%20THE%20USE%20OF%20PUBLIC%20REASON%E2%80%9D" title="Gmail" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F02%2F26%2Fjohn-rawls-the-use-of-public-reason%2F&#038;title=%E2%80%9CJohn%20Rawls%20%3A%20THE%20USE%20OF%20PUBLIC%20REASON%E2%80%9D" data-a2a-url="https://ungkapkriminal.com/2026/02/26/john-rawls-the-use-of-public-reason/" data-a2a-title="“John Rawls : THE USE OF PUBLIC REASON”"></a></p><p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/02/26/john-rawls-the-use-of-public-reason/">&#8220;John Rawls : THE USE OF PUBLIC REASON&#8221;</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ungkapkriminal.com/2026/02/26/john-rawls-the-use-of-public-reason/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
