Mei 30, 2024

Ungkapkriminal.com

Diandalkan dan ditargetkan

MENDIKBUD RISTEK BUKA RESMI KONGRES KEBUDAYAAN INDONESIA TAHUN 2023

JAKARTA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dengan bangga mengumumkan Pembukaan resmi Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) Tahun 2023, yang akan berlangsung pada tanggal 23 – 27 Oktober di kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2023 diselenggarakan dalam rangka meningkatkan dan memajukan kebudayaan nasional, sejalan dengan UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan implementasi dokumen Strategi Kebudayaan, yang ditetapkan melalui Perpres No. 114 Tahun 2022. Kongres ini mengundang pemangku kepentingan dari seluruh penjuru nusantara untuk mendiskusikan, merencanakan, dan mendorong pemajuan kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

“Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) merupakan momentum yang sangat penting sebagai ruang berkumpulnya pemangku kepentingan bidang kebudayaan untuk merembukkan arah pembangunan kebudayaan Indonesia dalam lima tahun ke depan. Pada kongres ini, kita akan membincangkan kebudayaan sebagai suatu produk yang lahir dari masyarakat, sekaligus kebudayaan sebagai landasan pembangunan peradaban bangsa,” jelas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, pada Awal sambutannya.

Lebih lanjut Mendikbudristek mengatakan, “Selama empat tahun terakhir, kita telah bergotong royong mengupayakan pengarusutamaan kebudayaan dalam lanskap pembangunan nasional. Melalui Dana Indonesiana, kita telah memberikan kesempatan yang sangat luas bagi seluruh pelaku budaya di Indonesia untuk merawat, mengelola, dan mengembangkan berbagai bentuk kekayaan budaya yang kita miliki. Selain itu, kita juga telah melahirkan Strategi Kebudayaan yang telah diadopsi sebagai Peraturan Presiden Nomor 114 Tahun 2022 sebagai pedoman untuk melaksanakan agenda-agenda pemajuan kebudayaan.”

(KKI) 2023 dirancang untuk menjadi forum strategis dalam mendorong koordinasi efektif, mengumpulkan aspirasi, dan menjaring rekomendasi konkret untuk penyusunan Rencana Aksi Nasional Pemajuan Kebudayaan 2025-2029. Selain itu, kongres ini juga fokus pada penggalangan dukungan publik untuk penguatan infrastruktur publik bidang budaya dan Dana Abadi Kebudayaan Daerah.

Disebutkan oleh Menteri Nadiem, “(KKI) 2023 merupakan tonggak sejarah baru dalam perjalanan bangsa Indonesia ke depannya. Saya berharap 50 ruang dialog yang tersedia sepanjang agenda ini akan mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh pihak terlibat. Bersama-sama kita bisa menghasilkan rekomendasi bagi penyusunan Rencana Aksi Nasional Pemajuan Kebudayaan 2024 – 2029 yang lebih operasional, terukur, berdampak nyata bagi masyarakat, serta selaras dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.”

Misi lain yang tidak kalah penting pada penyelenggaraan (KKI) 2023 adalah mulai dibukanya percakapan publik mengenai transformasi Taman Budaya yang ada di seluruh daerah di Indonesia, serta dibukanya dialog mengenai Dana Abadi Kebudayaan Daerah. Dua instrumen ini akan menjadi kunci untuk memajukan kebudayaan yang berakar kuat di daerah, merawat inklusivitas dan keberagaman yang ada, serta mendorong inovasi dan kreativitas di seluruh penjuru Indonesia.

Turut hadir membuka KKI 2023 adalah Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, “Saya mewakili Komisi X DPR RI mendukung Kongres Kebudayaan Indonesia. Semoga Kongres ini akan terus berlanjut sampai masa yang akan datang.”

Setelah pembukaan resmi, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Hilmar Farid memandu “Taklimat KKI 2023”, memastikan bahwa semua peserta memiliki pemahaman bersama mengenai harapan, tujuan, dan mekanisme kongres.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa hasil dan rekomendasi kongres ini maksimal dan berdampak positif bagi pemajuan kebudayaan nasional.

“Kami mengundang semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, dan media, untuk bergabung dalam kongres ini. KKI 2023 menjadi kesempatan penting untuk bersama-sama mengeksplorasi dan merencanakan langkah konkret dalam memajukan kebudayaan Indonesia yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan,” sebut Hilmar.

Naiknya Indeks Pemajuan Kebudayaan Berkolerasi Dengan Naiknya Aspek Pembangunan di Berbagai Daerah

Pada pembukaan KKI 2023, diluncurkan juga buku Kebudayaan dalam Perbandingan: Analisis Komparatif atas IPK dan Enam Indeks Terkait, sebuah buku yang membuktikan bahwa investasi di bidang kebudayaan akan menghasilkan Social Return on Investment (SRoI) dan Cultural Return on Investment (CRoI) berupa peningkatan kerukunan Antar Ummat beragama dan kebebasan sipil.

“Dengan adanya arah pembangunan kebudayaan Indonesia yang lebih strategis dan kolaboratif, kita berhasil meningkatkan angka Indeks Pemajuan Kebudayaan secara signifikan, dari 51,90 pada tahun 2021 menjadi 55,13 pada tahun 2022. Selain itu, hasil studi Indeks Pemajuan Kebudayaan Nasional juga menunjukkan dampak positif dari kerja-kerja kebudayaan terhadap berbagai sektor kehidupan,” terang Mendikbudristek.

Dampak positif dari kerja-kerja kebudayaan yang ditunjukkan dalam buku ini antara lain,

(1) Peningkatan dimensi ekonomi budaya berkorelasi dengan berkurangnya kemiskinan, seperti yang terjadi di Provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat, Bali, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Utara;

(2) Menguatnya dimensi ketahanan sosial-budaya berkorelasi positif dengan kerukunan umat beragama, seperti yang terjadi di provinsi Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Kalimantan Barat; dan

(3) Meningkatnya dimensi ekspresi budaya berhubungan langsung dengan terselenggaranya demokrasi yang lebih baik, seperti yang terjadi di Provinsi Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sulawesi Utara.

“Capaian yang sangat luar biasa ini tentu merupakan refleksi dari kerja keras dan kerja sama kita semua.

Hasil ini sudah semestinya menjadi dasar bagi kita untuk mengakselerasi upaya pemajuan kebudayaan nasional yang lebih berkelanjutan di masa mendatang.

Saya yakin, dua ribu peserta KKI 2023 kali ini merupakan para cendekiawan yang mampu menggabungkan antara nilai-nilai luhur kebudayaan dengan data dan hasil riset di lapangan,” Imbuh “Menteri Nadiem

(FPRN).