<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPR RI Arsip - Ungkapkriminal.com</title>
	<atom:link href="https://ungkapkriminal.com/tag/dpr-ri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ungkapkriminal.com/tag/dpr-ri/</link>
	<description>Diandalkan dan ditargetkan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 13:47:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://ungkapkriminal.com/wp-content/uploads/2022/09/cropped-logo3-32x32.png</url>
	<title>DPR RI Arsip - Ungkapkriminal.com</title>
	<link>https://ungkapkriminal.com/tag/dpr-ri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KETIKA RAKYAT BERTERIAK, SIAPA YANG MENDENGAR?</title>
		<link>https://ungkapkriminal.com/2026/06/17/ketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar/</link>
					<comments>https://ungkapkriminal.com/2026/06/17/ketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JUNAIDI NASUTION]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 13:47:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[🇮🇩 Editorial: Kebangsaan Strategis || Nasionalisme || Patriotisme dan Idealisme]]></category>
		<category><![CDATA[Agung Baskoro]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Editorial Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Bukan Drama]]></category>
		<category><![CDATA[jurnalisme kritis]]></category>
		<category><![CDATA[kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawasan DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Representasi Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Trias Politika Strategis]]></category>
		<category><![CDATA[UngkapKriminal.com]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ungkapkriminal.com/?p=9581</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterangan Foto:</p>
<p>Agung Baskoro, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, menyampaikan kritik terhadap fungsi representasi dan pengawasan lembaga legislatif dalam sistem demokrasi Indonesia. Dalam pandangannya, DPR seharusnya menjadi saluran utama aspirasi rakyat, terutama ketika muncul persoalan publik yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Kritik ini menjadi bagian dari diskursus demokrasi mengenai hubungan antara wakil rakyat, akuntabilitas politik, dan kepercayaan publik terhadap institusi negara.</p>
<p>Ketika suara publik semakin lantang, pertanyaan mendasar kembali mengemuka: sejauh mana lembaga perwakilan benar-benar hadir sebagai penyambung aspirasi rakyat? </p>
<p>Kritik terhadap fungsi representasi DPR menjadi refleksi penting bagi kualitas demokrasi dan akuntabilitas politik di Indonesia.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/17/ketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar/">KETIKA RAKYAT BERTERIAK, SIAPA YANG MENDENGAR?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h2 class="wp-block-heading">Menyoal Fungsi Representasi DPR dalam Perspektif Demokrasi, Filsafat Hukum, dan Sastra Profetik</h2>



<p><strong>Oleh: Junedy Nasution</strong><br><strong>Editor: Redaksi UngkapKriminal.com</strong><br><strong>Rubrik: Investigative Global Report | Filsafat Hukum Kebangsaan | Sastra Profetik</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tagline Redaksi</h3>



<p><strong>&#8220;FAKTA BUKAN DRAMA&#8221;</strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Pendahuluan</h2>



<p>Gelombang kritik publik kembali mengarah kepada lembaga perwakilan rakyat. Di tengah berbagai aksi mahasiswa, akademisi, kelompok masyarakat sipil, hingga berkembangnya aspirasi warga negara di ruang digital maupun ruang publik, muncul sebuah pertanyaan mendasar yang menggugah kesadaran demokrasi:</p>



<p><strong>Ketika rakyat berteriak, siapa yang mendengar?</strong></p>



<p>Pertanyaan tersebut bukan sekadar kritik politik sesaat. Ia menyentuh inti hubungan antara negara dan rakyat dalam sistem demokrasi konstitusional. Sebab dalam negara yang berlandaskan kedaulatan rakyat, suara warga negara bukan gangguan yang harus dihindari, melainkan amanat yang harus didengar.</p>



<p>Berbagai dinamika politik nasional menunjukkan adanya kritik publik terhadap efektivitas fungsi representasi, legislasi, dan pengawasan yang dijalankan lembaga perwakilan. Dalam sejumlah momentum demokrasi, sebagian masyarakat menilai terdapat jarak antara aspirasi yang disampaikan rakyat dengan respons kelembagaan yang mereka harapkan dari wakil-wakil yang dipilih melalui proses demokrasi.</p>



<p>Ketika persepsi jarak tersebut terus melebar, dampaknya tidak hanya berupa penurunan tingkat kepercayaan publik, tetapi juga berpotensi melahirkan polarisasi sosial dan meningkatnya tuntutan agar lembaga negara memperkuat akuntabilitas, transparansi, serta komunikasi politik dengan masyarakat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Perspektif Filsafat Hukum</h2>



<p>Dalam teori <em>social contract</em>, filsuf Prancis <strong>Jean-Jacques Rousseau</strong> menegaskan bahwa legitimasi kekuasaan berasal dari kehendak rakyat (<em>general will</em>). Negara memperoleh kewenangannya karena adanya persetujuan rakyat yang menyerahkan sebagian haknya demi terciptanya keteraturan bersama.</p>



<p>Sementara itu, <strong>Montesquieu</strong> melalui teori <em>trias politica</em> mengingatkan bahwa kekuasaan harus dibatasi dan diawasi agar tidak menyimpang dari tujuan awal pembentukannya. Fungsi pengawasan menjadi elemen penting untuk menjaga keseimbangan antara pemerintah dan rakyat.</p>



<p>Di sisi lain, <strong>Hans Kelsen</strong> menempatkan konstitusi sebagai norma hukum tertinggi yang mengikat seluruh lembaga negara tanpa pengecualian. Dengan demikian, setiap organ negara, termasuk parlemen, memperoleh legitimasi dan kewenangannya dari konstitusi.</p>



<p>Dalam perspektif tersebut, keberadaan parlemen bukan sekadar institusi politik, melainkan jembatan konstitusional yang menghubungkan kehendak rakyat dengan kebijakan negara. Ketika jembatan itu melemah, demokrasi berpotensi memasuki fase yang oleh banyak ilmuwan politik disebut sebagai <strong>krisis representasi</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Pandangan Narasumber dan Tokoh</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Agung Baskoro</h3>



<p><strong>Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis</strong></p>



<p>Menurut Agung Baskoro, salah satu tantangan demokrasi Indonesia adalah memastikan bahwa aspirasi masyarakat benar-benar terserap ke dalam mekanisme politik formal sehingga warga negara tidak selalu merasa harus menyampaikan tuntutannya melalui tekanan di luar parlemen.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra</h3>



<p><strong>Pakar Hukum Tata Negara</strong></p>



<p>Yusril Ihza Mahendra berulang kali menekankan pentingnya supremasi konstitusi serta keseimbangan antara fungsi legislasi, pengawasan, dan representasi sebagai fondasi utama sistem ketatanegaraan Indonesia.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie</h3>



<p><strong>Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi</strong></p>



<p>Jimly Asshiddiqie menegaskan bahwa demokrasi yang sehat membutuhkan lembaga perwakilan yang responsif terhadap perkembangan aspirasi rakyat dan mampu menjaga kepercayaan publik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Prof. Dr. Mahfud MD</h3>



<p>Mahfud MD kerap mengingatkan bahwa kritik terhadap pemerintah maupun lembaga negara merupakan bagian sah dari demokrasi selama dilakukan sesuai koridor hukum dan konstitusi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Rocky Gerung</h3>



<p>Filsuf publik Rocky Gerung berpendapat bahwa demokrasi hanya dapat hidup apabila ruang kritik tetap terbuka dan kekuasaan bersedia mendengar suara warga negara.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Landasan Hukum Nasional</h2>



<h3 class="wp-block-heading">UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945</h3>



<p><strong>Pasal 1 Ayat (2)</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar.&#8221;</p>
</blockquote>



<p><strong>Pasal 28E Ayat (3)</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.&#8221;</p>
</blockquote>



<p><strong>Pasal 28F</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi.&#8221;</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998</h3>



<p>Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.</p>



<p>Undang-undang ini menjamin hak warga negara untuk menyampaikan aspirasi secara damai dengan tetap memperhatikan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kebebasan berpendapat;</li>



<li>Tanggung jawab hukum;</li>



<li>Ketertiban umum;</li>



<li>Penghormatan terhadap hak asasi manusia.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia</h3>



<p>Undang-undang ini menjamin hak setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, serta mendapatkan perlindungan hukum dalam pelaksanaan hak-hak konstitusionalnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Perspektif Hak Asasi Manusia Internasional</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Universal Declaration of Human Rights (UDHR)</h3>



<p><strong>Pasal 19</strong></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi.</p>
</blockquote>



<h3 class="wp-block-heading">International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR)</h3>



<p><strong>Pasal 19</strong></p>



<p>Menjamin kebebasan berekspresi sebagai hak fundamental setiap manusia.</p>



<p>Indonesia telah meratifikasi ketentuan tersebut melalui <strong>Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2005</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Perspektif Sastra Profetik</h2>



<p>Demokrasi sesungguhnya bukan hanya persoalan prosedur politik dan mekanisme pemilihan umum.</p>



<p>Demokrasi juga merupakan persoalan moral.</p>



<p>Ketika rakyat berbicara, negara dituntut untuk mendengar.</p>



<p>Ketika kekuasaan berbicara, rakyat berhak untuk bertanya.</p>



<p>Dan ketika keduanya berhenti saling mendengar, lahirlah jarak yang berbahaya bagi masa depan republik.</p>



<p>Dalam perspektif profetik, kekuasaan bukan alat untuk mendominasi, melainkan sarana untuk melayani. Suara rakyat bukan ancaman bagi negara, melainkan kompas yang membantu negara tetap berjalan pada arah yang benar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Dalil Al-Qur&#8217;an</h2>



<h3 class="wp-block-heading">QS. An-Nisa Ayat 58</h3>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.&#8221;</p>
</blockquote>



<p><strong>Makna:</strong></p>



<p>Kekuasaan adalah amanah yang wajib dijalankan untuk kepentingan rakyat dan kemaslahatan bersama.</p>



<h3 class="wp-block-heading">QS. Ali Imran Ayat 159</h3>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;…dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.&#8221;</p>
</blockquote>



<p><strong>Makna:</strong></p>



<p>Partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik dan berkeadilan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Hadits Nabi Muhammad SAW</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.&#8221;</p>
</blockquote>



<p><strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong></p>



<p><strong>Makna:</strong></p>



<p>Setiap pemegang jabatan publik memikul tanggung jawab moral dan hukum atas amanah yang diberikan oleh rakyat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Catatan Intelektual Redaksi</h2>



<p>Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang bebas dari kritik.</p>



<p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjadikan kritik sebagai energi perbaikan.</p>



<p>Demokrasi Indonesia tidak membutuhkan permusuhan antara rakyat dan negara.</p>



<p>Demokrasi membutuhkan dialog.</p>



<p>Rakyat membutuhkan wakil yang mendengar.</p>



<p>Negara membutuhkan warga yang kritis sekaligus bertanggung jawab.</p>



<p>Keduanya merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>



<p>Sebagaimana tubuh membutuhkan jantung dan paru-paru untuk tetap hidup, demokrasi membutuhkan keseimbangan antara partisipasi rakyat dan keterbukaan kekuasaan untuk mendengar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Solusi untuk Negeri</h2>



<p>Untuk memperkuat kualitas demokrasi dan mempersempit jarak antara rakyat dan lembaga negara, beberapa langkah yang dapat ditempuh antara lain:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Memperkuat fungsi representasi parlemen.</li>



<li>Meningkatkan transparansi dalam proses pengambilan kebijakan.</li>



<li>Memperluas ruang partisipasi publik dalam perumusan kebijakan.</li>



<li>Memperkuat pendidikan demokrasi dan literasi konstitusi.</li>



<li>Menjamin kebebasan berpendapat sesuai amanat konstitusi.</li>



<li>Mengedepankan dialog daripada polarisasi politik.</li>



<li>Menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun golongan.</li>
</ol>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Pesan Moral</h2>



<p>Negeri ini tidak pernah kekurangan suara.</p>



<p>Yang sering kurang adalah kemauan untuk mendengar.</p>



<p>Sejarah menunjukkan bahwa bangsa akan menjadi kuat ketika rakyat dipercaya dan pemimpin bersedia mendengarkan.</p>



<p>Demokrasi bukan sekadar pemilu yang berlangsung setiap lima tahun.</p>



<p>Demokrasi adalah keberanian untuk mendengar suara yang berbeda tanpa kehilangan rasa hormat terhadap sesama warga bangsa.</p>



<p>Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah republik tidak diukur dari kerasnya suara penguasa, melainkan dari kemampuannya mendengar suara rakyat.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Hak Jawab dan Hak Koreksi</h2>



<p>Redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi setiap pihak yang disebut maupun yang merasa berkepentingan untuk menggunakan hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers;</li>



<li>Kode Etik Jurnalistik;</li>



<li>Pedoman Dewan Pers.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Asas Praduga Tak Bersalah</h2>



<p>Artikel ini merupakan karya jurnalistik berbasis analisis, opini, dan kepentingan publik.</p>



<p>Seluruh pihak yang disebut tetap harus dianggap tidak melakukan pelanggaran hukum apa pun sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Disclaimer</h2>



<p>Artikel ini disusun untuk tujuan pendidikan publik, penguatan literasi demokrasi, dan diskursus kebangsaan.</p>



<p>Seluruh pendapat yang dikutip dari narasumber menjadi tanggung jawab masing-masing narasumber sesuai konteks penyampaiannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h2 class="wp-block-heading">Referensi</h2>



<ol class="wp-block-list">
<li>UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945.</li>



<li>UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.</li>



<li>UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.</li>



<li>UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.</li>



<li>UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.</li>



<li>Universal Declaration of Human Rights (UDHR).</li>



<li>International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR).</li>



<li>Montesquieu — <em>The Spirit of Laws</em>.</li>



<li>Jean-Jacques Rousseau — <em>The Social Contract</em>.</li>



<li>Hans Kelsen — <em>Pure Theory of Law</em>.</li>
</ol>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<h3 class="wp-block-heading">BIO REDAKSI</h3>



<p><strong>UngkapKriminal.com</strong></p>



<p>Media independen yang berkomitmen pada jurnalisme investigatif, supremasi hukum, demokrasi konstitusional, serta penguatan literasi kebangsaan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tagline</h3>



<p><strong>&#8220;FAKTA BUKAN DRAMA&#8221;</strong></p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F17%2Fketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar%2F&amp;linkname=KETIKA%20RAKYAT%20BERTERIAK%2C%20SIAPA%20YANG%20MENDENGAR%3F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_twitter" href="https://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F17%2Fketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar%2F&amp;linkname=KETIKA%20RAKYAT%20BERTERIAK%2C%20SIAPA%20YANG%20MENDENGAR%3F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F17%2Fketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar%2F&amp;linkname=KETIKA%20RAKYAT%20BERTERIAK%2C%20SIAPA%20YANG%20MENDENGAR%3F" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F17%2Fketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar%2F&amp;linkname=KETIKA%20RAKYAT%20BERTERIAK%2C%20SIAPA%20YANG%20MENDENGAR%3F" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_pinterest" href="https://www.addtoany.com/add_to/pinterest?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F17%2Fketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar%2F&amp;linkname=KETIKA%20RAKYAT%20BERTERIAK%2C%20SIAPA%20YANG%20MENDENGAR%3F" title="Pinterest" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_google_gmail" href="https://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F17%2Fketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar%2F&amp;linkname=KETIKA%20RAKYAT%20BERTERIAK%2C%20SIAPA%20YANG%20MENDENGAR%3F" title="Gmail" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F17%2Fketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar%2F&#038;title=KETIKA%20RAKYAT%20BERTERIAK%2C%20SIAPA%20YANG%20MENDENGAR%3F" data-a2a-url="https://ungkapkriminal.com/2026/06/17/ketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar/" data-a2a-title="KETIKA RAKYAT BERTERIAK, SIAPA YANG MENDENGAR?"></a></p><p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/17/ketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar/">KETIKA RAKYAT BERTERIAK, SIAPA YANG MENDENGAR?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ungkapkriminal.com/2026/06/17/ketika-rakyat-berteriak-siapa-yang-mendengar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>NEGARA INVISIBLE: SETOR RP1 TRILIUN KE PUSAT, BALASANNYA JALAN NASIONAL CUMA 1 KILOMETER?</title>
		<link>https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/setor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer/</link>
					<comments>https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/setor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JUNAIDI NASUTION]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 07:11:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[🚨 BREAKING HEADLINE — INVESTIGATIVE GLOBAL REPORT (DAERAH)]]></category>
		<category><![CDATA[Akuntabilitas Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Amartya Sen]]></category>
		<category><![CDATA[APBD Siak]]></category>
		<category><![CDATA[APBN]]></category>
		<category><![CDATA[Aristoteles]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Dana Bagi Hasil]]></category>
		<category><![CDATA[Data Journalism]]></category>
		<category><![CDATA[DBH]]></category>
		<category><![CDATA[DJPK]]></category>
		<category><![CDATA[DPR RI]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Bukan Drama]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Hak Koreksi]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Investigasi Kebijakan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[John Rawls]]></category>
		<category><![CDATA[Joseph Stiglitz]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[Keadilan Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian PUPR]]></category>
		<category><![CDATA[Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Otonomi Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 18A UUD 1945]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 23 UUD 1945]]></category>
		<category><![CDATA[Pasal 33 UUD 1945]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Pusat]]></category>
		<category><![CDATA[Praduga Tak Bersalah]]></category>
		<category><![CDATA[Riau]]></category>
		<category><![CDATA[Ronald Dworkin]]></category>
		<category><![CDATA[Siak]]></category>
		<category><![CDATA[Thomas Piketty]]></category>
		<category><![CDATA[Transfer Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Transparansi Anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[UngkapKriminal.com]]></category>
		<category><![CDATA[UUD 1945]]></category>
		<category><![CDATA[🏷️ Afni Zulkifli]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ungkapkriminal.com/?p=9496</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterangan Foto:</p>
<p>Ilustrasi Bupati Siak Afni Zulkifli menyampaikan pandangan mengenai hubungan fiskal pusat dan daerah dalam forum nasional. Pernyataan terkait kontribusi daerah terhadap penerimaan negara dan manfaat pembangunan yang kembali ke daerah memunculkan diskursus publik mengenai keadilan fiskal, transparansi anggaran, serta pemerataan pembangunan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).</p>
<p>"Keadilan fiskal bukan sekadar soal angka yang disetor atau proyek yang dibangun. Ia adalah cermin bagaimana negara mengelola amanah konstitusi untuk menghadirkan keseimbangan, transparansi, dan kemakmuran yang dapat dirasakan oleh seluruh daerah di Indonesia."</p>
<p>© Hak Cipta Karya Jurnalistik dan Visual Dilindungi Undang-Undang Nasional dan Internasional. :::</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/setor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer/">NEGARA INVISIBLE: SETOR RP1 TRILIUN KE PUSAT, BALASANNYA JALAN NASIONAL CUMA 1 KILOMETER?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<ul class="wp-block-list">
<li>Negara Invisible adalah</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>kondisi ketika institusi negara gagal menghadirkan manfaat, perlindungan, keadilan, dan pelayanan yang dapat dirasakan secara nyata oleh warga negara.</p>
</blockquote>



<figure class="wp-block-video"><video height="1280" style="aspect-ratio: 720 / 1280;" width="720" controls src="https://ungkapkriminal.com/wp-content/uploads/2026/06/FB_Junedy-Nasution_20260611_17_44_18_1781174688490.mp4"></video></figure>



<p>Menelisik Keadilan Fiskal Pusat–Daerah di Tengah Tuntutan Transparansi Publik</p>



<p>Global Investigative Policy Report</p>



<p>Oleh: Redaksi</p>



<p>Pernyataan Bupati Siak, Afni Zulkifli, dalam forum resmi bersama DPR RI menyita perhatian publik nasional.</p>



<p>Di hadapan para pemangku kebijakan pusat, ia menyampaikan bahwa Kabupaten Siak menyetor sekitar Rp1 triliun kepada pemerintah pusat, namun pembangunan jalan nasional yang kembali ke daerah tersebut disebut hanya sekitar 1 kilometer.</p>



<p>Pernyataan itu segera memicu perdebatan luas mengenai hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan daerah.</p>



<p>Apakah daerah penghasil memperoleh manfaat pembangunan yang sebanding dengan kontribusinya kepada negara?</p>



<p>Ataukah persoalan sebenarnya terletak pada transparansi distribusi anggaran yang belum sepenuhnya dipahami publik?</p>



<p>Data Fiskal yang Ditemukan</p>



<p>Penelusuran terhadap dokumen fiskal Kabupaten Siak menunjukkan bahwa pada Tahun Anggaran 2024, pemerintah pusat memproyeksikan transfer ke Kabupaten Siak sekitar Rp2,203 triliun.</p>



<p>Komponen transfer tersebut antara lain:</p>



<p>Dana Bagi Hasil (DBH): ± Rp1,389 triliun</p>



<p>Dana Alokasi Umum (DAU): ± Rp477,6 miliar</p>



<p>Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik: ± Rp27,3 miliar</p>



<p>Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik: ± Rp187,5 miliar</p>



<p>Dana Desa: ± Rp113,9 miliar</p>



<p>Insentif Fiskal: ± Rp7,3 miliar</p>



<p>Sementara itu, APBD Kabupaten Siak Tahun 2024 berada pada kisaran Rp2,99 triliun dan meningkat menjadi sekitar Rp3,23 triliun setelah perubahan anggaran.</p>



<p>Data tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Siak merupakan salah satu daerah dengan kapasitas fiskal yang cukup besar di Provinsi Riau.</p>



<p>Infrastruktur APBN yang Teridentifikasi</p>



<p>Penelusuran terhadap program pemerintah pusat juga menemukan adanya proyek peningkatan Jalan Nasional Simpang Lago–KM 11 Buatan yang merupakan bagian koridor Simpang Lago–Siak–Buton.</p>



<p>Proyek tersebut memiliki karakteristik:</p>



<p>Panjang pekerjaan sekitar 24,23 kilometer.</p>



<p>Nilai kontrak sekitar Rp155 miliar.</p>



<p>Sumber pendanaan APBN.</p>



<p>Dilaksanakan melalui skema kontrak tahun jamak (multiyears).</p>



<p>Temuan ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat tetap mengalokasikan pembangunan infrastruktur nasional di wilayah Kabupaten Siak.</p>



<p>Di Mana Letak Persoalannya?</p>



<p>Perdebatan sesungguhnya bukan sekadar mengenai panjang jalan.</p>



<p>Persoalan yang lebih mendasar adalah bagaimana publik memahami hubungan antara kontribusi daerah terhadap penerimaan negara dan manfaat pembangunan yang kembali ke daerah.</p>



<p>Dalam perspektif ekonomi politik modern, transparansi fiskal menjadi elemen penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap negara.</p>



<p>Masyarakat berhak mengetahui:</p>



<p>Berapa kontribusi daerah terhadap penerimaan negara.</p>



<p>Berapa dana yang kembali ke daerah melalui transfer fiskal.</p>



<p>Berapa nilai proyek APBN yang dilaksanakan di daerah.</p>



<p>Bagaimana mekanisme distribusi anggaran ditentukan.</p>



<p>Tanpa data yang utuh, ruang publik akan mudah dipenuhi persepsi yang saling bertentangan.</p>



<p>Perspektif Konstitusi</p>



<p>Pasal 18A Ayat (2) UUD 1945 menegaskan bahwa hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah harus dilaksanakan secara adil dan selaras berdasarkan undang-undang.</p>



<p>Pasal 23 UUD 1945 mengamanatkan bahwa APBN dilaksanakan secara terbuka dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.</p>



<p>Sementara Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945 menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.</p>



<p>Dengan demikian, transparansi fiskal bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan amanat konstitusional.</p>



<p>Perspektif Filsafat Hukum dan Keadilan Sosial</p>



<p>Aristoteles menyebut keadilan distributif sebagai pembagian sumber daya publik secara proporsional.</p>



<p>John Rawls menegaskan bahwa kebijakan negara harus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat.</p>



<p>Dalam konteks Indonesia, nilai tersebut menemukan relevansinya pada Sila Kelima Pancasila:</p>



<p>“Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”</p>



<p>Karena itu, setiap diskusi mengenai dana bagi hasil, transfer pusat, maupun pembangunan infrastruktur pada dasarnya merupakan diskusi tentang keadilan sosial.</p>



<p>Catatan Redaksi</p>



<p>Berdasarkan dokumen fiskal yang berhasil ditelusuri, Kabupaten Siak menerima transfer pemerintah pusat sekitar Rp2,203 triliun pada Tahun Anggaran 2024 serta memperoleh manfaat berbagai program APBN, termasuk pembangunan jalan nasional.</p>



<p>Namun hingga laporan ini diterbitkan, Redaksi belum memperoleh dokumen primer yang dapat memverifikasi secara independen besaran kontribusi riil Kabupaten Siak terhadap penerimaan negara maupun total belanja APBN sektoral yang kembali ke wilayah tersebut.</p>



<p>Karena itu, klaim mengenai perbandingan antara setoran daerah dan manfaat pembangunan masih memerlukan transparansi lanjutan dari Kementerian Keuangan, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Kabupaten Siak, serta lembaga terkait agar publik memperoleh gambaran yang utuh, akurat, dan berimbang.</p>



<p>Editorial Kebangsaan</p>



<p>Indonesia dibangun oleh seluruh daerah.</p>



<p>Daerah penghasil, daerah perbatasan, daerah kepulauan, maupun pusat pemerintahan memiliki posisi yang sama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>



<p>Karena itu, hubungan fiskal antara pusat dan daerah harus terus diperkuat melalui prinsip transparansi, keadilan, akuntabilitas, dan gotong royong.</p>



<p>Keadilan fiskal bukan semata soal angka.</p>



<p>Ia adalah fondasi kepercayaan antara rakyat dan negara.</p>



<p>Dan ketika kepercayaan itu terjaga, pembangunan akan berjalan lebih kuat, persatuan akan semakin kokoh, dan cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 akan semakin mendekati kenyataan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Hak Jawab dan Hak Koreksi</p>



<p>Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak terkait sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.</p>



<p>Asas Praduga Tak Bersalah</p>



<p>Artikel ini disusun berdasarkan dokumen publik, data fiskal yang tersedia, serta pernyataan resmi yang beredar di ruang publik. Seluruh pihak tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan tambahan.</p>



<p>Disclaimer</p>



<p>Sebagian data strategis masih memerlukan verifikasi lanjutan melalui dokumen primer dari Kementerian Keuangan, DJPK, BPJN Riau, BPK RI, dan instansi terkait lainnya.</p>



<p>© Hak Cipta Karya Jurnalistik dan Visual Dilindungi Undang-Undang Nasional dan Internasional. :::</p>



<p></p>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fsetor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer%2F&amp;linkname=NEGARA%20INVISIBLE%3A%20SETOR%20RP1%20TRILIUN%20KE%20PUSAT%2C%20BALASANNYA%20JALAN%20NASIONAL%20CUMA%201%20KILOMETER%3F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_twitter" href="https://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fsetor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer%2F&amp;linkname=NEGARA%20INVISIBLE%3A%20SETOR%20RP1%20TRILIUN%20KE%20PUSAT%2C%20BALASANNYA%20JALAN%20NASIONAL%20CUMA%201%20KILOMETER%3F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fsetor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer%2F&amp;linkname=NEGARA%20INVISIBLE%3A%20SETOR%20RP1%20TRILIUN%20KE%20PUSAT%2C%20BALASANNYA%20JALAN%20NASIONAL%20CUMA%201%20KILOMETER%3F" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fsetor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer%2F&amp;linkname=NEGARA%20INVISIBLE%3A%20SETOR%20RP1%20TRILIUN%20KE%20PUSAT%2C%20BALASANNYA%20JALAN%20NASIONAL%20CUMA%201%20KILOMETER%3F" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_pinterest" href="https://www.addtoany.com/add_to/pinterest?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fsetor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer%2F&amp;linkname=NEGARA%20INVISIBLE%3A%20SETOR%20RP1%20TRILIUN%20KE%20PUSAT%2C%20BALASANNYA%20JALAN%20NASIONAL%20CUMA%201%20KILOMETER%3F" title="Pinterest" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_google_gmail" href="https://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fsetor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer%2F&amp;linkname=NEGARA%20INVISIBLE%3A%20SETOR%20RP1%20TRILIUN%20KE%20PUSAT%2C%20BALASANNYA%20JALAN%20NASIONAL%20CUMA%201%20KILOMETER%3F" title="Gmail" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fsetor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer%2F&#038;title=NEGARA%20INVISIBLE%3A%20SETOR%20RP1%20TRILIUN%20KE%20PUSAT%2C%20BALASANNYA%20JALAN%20NASIONAL%20CUMA%201%20KILOMETER%3F" data-a2a-url="https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/setor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer/" data-a2a-title="NEGARA INVISIBLE: SETOR RP1 TRILIUN KE PUSAT, BALASANNYA JALAN NASIONAL CUMA 1 KILOMETER?"></a></p><p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/setor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer/">NEGARA INVISIBLE: SETOR RP1 TRILIUN KE PUSAT, BALASANNYA JALAN NASIONAL CUMA 1 KILOMETER?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/setor-rp1-triliun-ke-pusat-balasannya-jalan-nasional-cuma-1-kilometer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://ungkapkriminal.com/wp-content/uploads/2026/06/FB_Junedy-Nasution_20260611_17_44_18_1781174688490.mp4" length="3722715" type="video/mp4" />

			</item>
	</channel>
</rss>
