<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#Editorial Arsip - Ungkapkriminal.com</title>
	<atom:link href="https://ungkapkriminal.com/tag/editorial/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ungkapkriminal.com/tag/editorial/</link>
	<description>Diandalkan dan ditargetkan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Jun 2026 20:17:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://ungkapkriminal.com/wp-content/uploads/2022/09/cropped-logo3-32x32.png</url>
	<title>#Editorial Arsip - Ungkapkriminal.com</title>
	<link>https://ungkapkriminal.com/tag/editorial/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>MANUSIA MATI DEMI HARTA, BINATANG MATI UNTUK MAKAN?</title>
		<link>https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/manusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan/</link>
					<comments>https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/manusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JUNAIDI NASUTION]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jun 2026 18:56:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[📂 Sastra Profetik | Sastra Jurnalistik | Filsafat Sosial | Kritik Sosial | Editorial | Opini | Humaniora | Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[#Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[#Etika]]></category>
		<category><![CDATA[#FaktaBukanDrama]]></category>
		<category><![CDATA[#FilsafatHidup]]></category>
		<category><![CDATA[#Humanisme]]></category>
		<category><![CDATA[#JunedyNasution]]></category>
		<category><![CDATA[#Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[#Keserakahan #RasaCukup]]></category>
		<category><![CDATA[#KritikSosial]]></category>
		<category><![CDATA[#ManusiaDanHarta]]></category>
		<category><![CDATA[#Moralitas]]></category>
		<category><![CDATA[#Opini]]></category>
		<category><![CDATA[#PemikiranKritis]]></category>
		<category><![CDATA[#PerspektifProfetik]]></category>
		<category><![CDATA[#RefleksiSosial]]></category>
		<category><![CDATA[#RenunganKehidupan]]></category>
		<category><![CDATA[#SastraJurnalistik]]></category>
		<category><![CDATA[#SastraProfetik]]></category>
		<category><![CDATA[#UngkapKriminal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ungkapkriminal.com/?p=9502</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterangan Foto:</p>
<p>Ilustrasi visual reflektif tentang paradoks manusia modern antara kebutuhan dan keserakahan. Sosok bayangan manusia digambarkan berdiri di antara kemewahan duniawi dan hukum alam, sementara rajawali hitam-emas memegang pena emas serta kitab bertuliskan FAKTA BUKAN DRAMA sebagai simbol keberanian, intelektualitas, integritas jurnalistik, dan pencarian kebenaran.</p>
<p>* pesan utama karya sastra profetik</p>
<p> "Manusia Mati Demi Harta, Binatang Mati Untuk Makan", bahwa binatang hidup dan mati mengikuti kebutuhan alamiah, sedangkan manusia sering kali terjebak dalam hasrat yang tak pernah mengenal batas kecukupan.</p>
<p>"Binatang mati karena kebutuhan hidup, sedangkan manusia sering kali kehilangan hidup karena tidak pernah merasa cukup."</p>
<p>Ilustrasi: UngkapKriminal.com<br />
Karya Sastra Profetik: Junedy Nasution</p>
<p>© Hak Cipta Karya Jurnalistik dan Visual Dilindungi Undang-Undang Nasional dan Internasional. :::</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/manusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan/">MANUSIA MATI DEMI HARTA, BINATANG MATI UNTUK MAKAN?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-video"><video height="1280" style="aspect-ratio: 720 / 1280;" width="720" controls src="https://ungkapkriminal.com/wp-content/uploads/2026/06/FB_Junedy-Nasution_20260612_02_46_28_1781207198784.mp4"></video></figure>



<p>| Karya Sastra Profetik: Junedy Nasution  |</p>



<p>Manusia mengejar bayang-bayang yang dicetak tangannya sendiri,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>binatang menelusuri jejak lapar yang ditulis alam.</p>
</blockquote>



<p>Yang satu membangun gudang demi gudang,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>yang lain cukup menemukan sepotong kehidupan.</p>
</blockquote>



<p>Lalu emas diberi takhta,<br>angka diberi kehormatan,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>dan kecukupan diadili sebagai kegagalan.</p>
</blockquote>



<p>Di pasar, di kantor, di istana, di jalanan,<br>orang-orang berlomba memikul miliknya,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>hingga lupa membawa dirinya.</p>
</blockquote>



<p>Mereka menambang bumi,<br>menggadaikan waktu,<br>menukar nurani dengan lambang kemakmuran,</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>lalu menyebutnya kemajuan.</li>
</ul>



<p>Sementara itu,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>seekor burung jatuh karena mencari biji,</p>
</blockquote>



<p>seekor rusa rebah karena mencari rumput.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Binatang mati untuk makan.</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Manusia kadang mati mengejar sesuatu<br>yang bahkan tak dapat dimakannya.</p>
</blockquote>



<p>Yang satu tunduk pada hukum alam,</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>yang lain menjadi tawanan ciptaannya sendiri.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Maka persoalannya bukan berapa banyak harta yang terkumpul,</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>melainkan berapa banyak manusia yang tersisa<br>ketika harta naik menjadi tujuan,<br>dan kehidupan turun menjadi sekadar alat.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Perspektif Profetik</li>



<li>Allah SWT berfirman:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.&#8221;<br>(QS. At-Takatsur: 1–2)</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makna:<br>Al-Qur&#8217;an mengingatkan bahwa perlombaan memperbanyak kekayaan, jabatan, dan pengaruh dapat membuat manusia lupa tujuan hidupnya. Ketika akumulasi menjadi orientasi utama, manusia berisiko kehilangan kesadaran akan nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moralnya.</li>



<li>Rasulullah SAW bersabda:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Seandainya anak Adam memiliki satu lembah emas, niscaya ia ingin memiliki dua lembah emas.&#8221;<br>(HR. Bukhari dan Muslim)</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makna:<br>Hasrat manusia tidak selalu berhenti pada kecukupan. Karena itu Islam tidak melarang harta, tetapi memperingatkan agar harta tidak menguasai hati dan mengubah manusia menjadi budak keinginan yang tak berujung.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Catatan Intelektual Redaksi</li>



<li>Tulisan ini bukan kritik terhadap kerja keras, perdagangan, investasi, atau kemakmuran.<br>Yang dikritik adalah ketika harta berubah dari alat menjadi tujuan, ketika angka lebih dihormati daripada integritas, dan ketika manusia mengukur martabat hanya dari kepemilikan.</li>



<li>Binatang mencari makan untuk mempertahankan hidup.<br>Manusia diberi akal untuk memberi makna pada kehidupan.</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Ironisnya, dalam banyak keadaan, akal yang seharusnya membimbing<br>justru dipakai untuk membenarkan keserakahan.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kemajuan yang sejati bukanlah bertambahnya kekayaan tanpa batas,<br>melainkan bertambahnya kebijaksanaan dalam menggunakan kekayaan tersebut demi kemaslahatan sesama.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Editorial Sastra</li>



<li>Barangkali krisis terbesar zaman ini bukan kekurangan sumber daya,</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>melainkan kekurangan rasa cukup.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Gedung semakin tinggi, tetapi horizon moral semakin rendah.<br>Angka pertumbuhan terus diumumkan, sementara nilai kemanusiaan sering kali disembunyikan di catatan kaki.</li>



<li>Kita menyaksikan dunia yang mampu menghitung keuntungan hingga digit terakhir,<br>tetapi sering gagal menghitung harga sebuah kejujuran.</li>



<li>Jika segala sesuatu diukur dengan nilai pasar, maka nurani perlahan kehilangan harga.</li>
</ul>



<p>Pada akhirnya, sejarah tidak akan bertanya berapa banyak yang berhasil dikumpulkan manusia.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Sejarah akan bertanya</p>
</blockquote>



<p>apa yang dilakukan manusia dengan apa yang telah dikumpulkannya.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Sebab harta hanyalah alat perjalanan.<br>Ia tidak pernah diciptakan untuk menjadi tujuan akhir.</li>



<li>Dan ketika manusia menjadikan harta sebagai tujuan hidup,<br>sesungguhnya ia sedang berjalan menjauhi dirinya sendiri.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Disclaimer</p>



<p>Karya ini merupakan ekspresi sastra profetik, refleksi filosofis, dan kritik sosial yang bertujuan mendorong perenungan moral, etika, dan kemanusiaan.</p>



<p>Seluruh narasi, metafora, simbol, dan ilustrasi dalam tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menyerang, menghakimi, atau merujuk kepada individu, kelompok, lembaga, profesi, maupun pihak tertentu secara spesifik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Junedy Nasution</p>



<p>© Hak Cipta Karya</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Jurnalistik dan Visual Dilindungi Undang-Undang Nasional dan Internasional.<br>Dilarang memperbanyak, menyalin, mendistribusikan, atau menggunakan sebagian maupun seluruh isi tanpa izin tertulis dari pemegang hak cipta. :::</p>
</blockquote>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fmanusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan%2F&amp;linkname=MANUSIA%20MATI%20DEMI%20HARTA%2C%20BINATANG%20MATI%20UNTUK%20MAKAN%3F" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_twitter" href="https://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fmanusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan%2F&amp;linkname=MANUSIA%20MATI%20DEMI%20HARTA%2C%20BINATANG%20MATI%20UNTUK%20MAKAN%3F" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fmanusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan%2F&amp;linkname=MANUSIA%20MATI%20DEMI%20HARTA%2C%20BINATANG%20MATI%20UNTUK%20MAKAN%3F" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fmanusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan%2F&amp;linkname=MANUSIA%20MATI%20DEMI%20HARTA%2C%20BINATANG%20MATI%20UNTUK%20MAKAN%3F" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_pinterest" href="https://www.addtoany.com/add_to/pinterest?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fmanusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan%2F&amp;linkname=MANUSIA%20MATI%20DEMI%20HARTA%2C%20BINATANG%20MATI%20UNTUK%20MAKAN%3F" title="Pinterest" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_google_gmail" href="https://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fmanusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan%2F&amp;linkname=MANUSIA%20MATI%20DEMI%20HARTA%2C%20BINATANG%20MATI%20UNTUK%20MAKAN%3F" title="Gmail" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F11%2Fmanusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan%2F&#038;title=MANUSIA%20MATI%20DEMI%20HARTA%2C%20BINATANG%20MATI%20UNTUK%20MAKAN%3F" data-a2a-url="https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/manusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan/" data-a2a-title="MANUSIA MATI DEMI HARTA, BINATANG MATI UNTUK MAKAN?"></a></p><p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/manusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan/">MANUSIA MATI DEMI HARTA, BINATANG MATI UNTUK MAKAN?</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ungkapkriminal.com/2026/06/11/manusia-mati-demi-harta-binatang-mati-untuk-makan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://ungkapkriminal.com/wp-content/uploads/2026/06/FB_Junedy-Nasution_20260612_02_46_28_1781207198784.mp4" length="7041515" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>KETIKA KRISIS DIJADIKAN ALIBI: SELAT HORMUZ, ADU DOMBA POLITIK, DAN TRADISI LAMA “MALING TERIAK MALING”</title>
		<link>https://ungkapkriminal.com/2026/06/09/ketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling/</link>
					<comments>https://ungkapkriminal.com/2026/06/09/ketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[JUNAIDI NASUTION]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 12:31:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[📂 Editorial Politik Nasional, Ekonomi & Geopolitik, Kritik Sosial Demokrasi, Nasionalisme & Filsafat Kebangsaan, Opini Publik Investigatif, Investigasi Sosial Kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[#Demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[#Editorial]]></category>
		<category><![CDATA[#EkonomiIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#FilsafatKebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[#Geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[#HakRakyat]]></category>
		<category><![CDATA[#HAM]]></category>
		<category><![CDATA[#Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#KritikSosial]]></category>
		<category><![CDATA[#MalingTeriakMaling]]></category>
		<category><![CDATA[#Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[#Patriotisme]]></category>
		<category><![CDATA[#PersNasional]]></category>
		<category><![CDATA[#PolitikNasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Fakta Bukan Drama]]></category>
		<category><![CDATA[Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[Negara Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Patriotisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawasan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[UngkapKriminal.com]]></category>
		<category><![CDATA[🏷️ #SelatHormuz]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ungkapkriminal.com/?p=9492</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterangan Foto:</p>
<p>Ilustrasi visual editorial tentang dinamika krisis geopolitik Selat Hormuz, tekanan ekonomi nasional, serta kritik sosial terhadap narasi politik pengalihan isu di Indonesia. Tampak simbol rajawali hitam silver membawa kitab bertuliskan “FAKTA BUKAN DRAMA” dengan lilitan Bendera Merah Putih sebagai representasi patriotisme, nasionalisme, idealisme, dan semangat kebangsaan.</p>
<p>Visual menggambarkan pertarungan antara fakta, propaganda, kekuasaan, dan suara rakyat dalam menghadapi tekanan ekonomi global dan persoalan tata kelola domestik.</p>
<p>© Hak Cipta Karya Jurnalistik dan Visual Dilindungi Undang-Undang Nasional dan Internasional.</p>
<p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/09/ketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling/">KETIKA KRISIS DIJADIKAN ALIBI: SELAT HORMUZ, ADU DOMBA POLITIK, DAN TRADISI LAMA “MALING TERIAK MALING”</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oleh Redaksi</p>



<p>“Ketika rakyat menjerit karena harga hidup meningkat, elite justru sibuk mencari kambing hitam.”</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>|| FAKTA BUKAN DRAMA ||</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Narasi mengenai ancaman penutupan Selat Hormuz kembali muncul dalam ruang publik Indonesia.<br>Jalur strategis dunia yang menjadi lintasan utama distribusi minyak global itu mendadak dijadikan alasan atas tekanan ekonomi nasional:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>harga pangan naik, daya beli melemah, kurs berfluktuasi, hingga biaya energi meningkat.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Namun di tengah derasnya propaganda geopolitik tersebut, publik mulai bertanya:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Apakah benar Selat Hormuz menjadi penyebab utama tekanan ekonomi Indonesia?</p>



<p>Ataukah isu global itu sedang digunakan sebagai tameng politik untuk menutupi persoalan struktural di dalam negeri?</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Di titik inilah kritik sosial lahir:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Ketika krisis dijadikan alibi, rakyat mulai mencium aroma lama: maling teriak maling.”</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Pemerintah dan sejumlah elite politik mulai mengaitkan tekanan ekonomi nasional dengan konflik geopolitik Timur Tengah dan potensi gangguan di Selat Hormuz.</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Narasi tersebut berkembang melalui:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>pernyataan politik,</li>



<li>diskusi media,</li>



<li>propaganda ekonomi global,</li>



<li>hingga framing bahwa Indonesia sedang<br>“terdampak besar” oleh situasi internasional.</li>
</ul>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Namun sebagian ekonom menilai penyebab tekanan ekonomi Indonesia tidak bisa hanya disederhanakan pada faktor eksternal.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Siapa Saja yang Menjadi Sorotan?<br>Beberapa tokoh dan lembaga yang sering membahas isu tersebut antara lain:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati,</li>



<li>Menteri ESDM Bahlil Lahadalia,</li>



<li>Ekonom senior Faisal Basri,</li>



<li>Ekonom Bhima Yudhistira,</li>



<li>Pengamat geopolitik Connie Rahakundini Bakrie,</li>



<li>Akademisi Rocky Gerung,</li>



<li>Guru Besar Hukum Tata Negara Mahfud MD.</li>
</ul>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Para tokoh tersebut memiliki pandangan berbeda:</li>
</ul>



<p>ada yang menekankan ancaman global,<br>ada pula yang mengingatkan bahwa persoalan utama justru berasal dari tata kelola domestik.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Kapan Isu Ini Menguat?<br>Narasi ini menguat ketika:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>harga minyak dunia naik,</li>



<li>konflik Timur Tengah memanas,</li>



<li>kondisi fiskal nasional tertekan,</li>



<li>dan daya beli masyarakat mengalami penurunan.</li>
</ul>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Momentum politik nasional juga memperbesar sensitivitas isu ekonomi di tengah ketidakpercayaan publik terhadap elite.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Di Mana Dampaknya Terasa?<br>Dampak paling terasa berada pada:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>harga kebutuhan pokok,</li>



<li>transportasi,</li>



<li>sektor industri,</li>



<li>UMKM,</li>



<li>nelayan,</li>



<li>petani,</li>



<li>serta masyarakat kelas menengah bawah.</li>
</ul>
</blockquote>



<p>Sementara itu, perdebatan politik berlangsung di ruang:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>parlemen,</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>media sosial,</li>



<li>televisi,</li>



<li>dan panggung politik nasional.</li>
</ul>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Mengapa Selat Hormuz Dijadikan Alasan?<br>Secara geopolitik, Selat Hormuz memang jalur vital energi dunia.</li>



<li>Namun sejumlah akademisi menilai:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>ketergantungan Indonesia terhadap impor energi,</p>



<p>kebocoran anggaran,</p>



<p>korupsi sistemik,</p>



<p>serta lemahnya efisiensi tata kelola negara,</p>



<p>jauh lebih berpengaruh terhadap tekanan ekonomi rakyat.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Karena itu muncul kritik:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>jangan sampai krisis global dipakai sebagai alat pengalihan isu.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Bagaimana Dampaknya terhadap Rakyat?<br>Ketika narasi global dipakai terus-menerus tanpa pembenahan internal:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>rakyat kehilangan kepercayaan,</li>



<li>polarisasi politik meningkat,</li>



<li>elite saling menyalahkan,</li>



<li>dan substansi persoalan ekonomi justru tertutup propaganda.</li>
</ul>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Akibatnya:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>publik semakin sulit membedakan mana fakta,</p>



<p>mana pencitraan,</p>



<p>dan mana operasi politik.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>NARASUMBER DAN PANDANGAN AKADEMISI</li>



<li>Faisal Basri</li>
</ul>



<p>Ekonom senior ini berulang kali menyoroti:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>masalah utama Indonesia bukan hanya faktor global,</p>



<p>tetapi struktur ekonomi yang rapuh dan ketergantungan impor.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Bhima Yudhistira</li>



<li>Direktur CELIOS menilai:<br>kenaikan harga global memang berdampak,</li>



<li>tetapi reformasi fiskal dan efisiensi anggaran tetap menjadi kunci utama.</li>



<li>Mahfud MD</li>



<li>Guru Besar Hukum Tata Negara menekankan:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>krisis kepercayaan publik muncul ketika hukum dianggap tajam ke bawah namun tumpul ke atas.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Rocky Gerung</li>



<li>Akademisi dan pengamat politik ini menyebut:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“kekuasaan sering menggunakan krisis untuk membangun legitimasi ketakutan.”</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Connie Rahakundini Bakrie</li>



<li>Pengamat pertahanan dan geopolitik menilai:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>konflik global memang berpengaruh,<br>namun Indonesia harus memperkuat kemandirian strategis nasional.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>LANDASAN HUKUM DAN HAM</li>



<li>UUD 1945</li>



<li>Pasal 33 Ayat (3)</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.”</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makna:<br>negara wajib mengelola sumber daya demi kepentingan rakyat, bukan oligarki.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers</li>



<li>Pasal 3</li>



<li>Pers nasional berfungsi sebagai media informasi,<br>pendidikan, kontrol sosial, dan hiburan.</li>



<li>Pasal 6</li>



<li>Pers nasional melaksanakan peranan:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>memenuhi hak masyarakat mengetahui,</li>



<li>menegakkan nilai demokrasi,</li>



<li>melakukan pengawasan,</li>



<li>kritik,</li>



<li>koreksi,</li>



<li>dan saran terhadap hal-hal berkaitan dengan kepentingan umum.</li>
</ul>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM</li>



<li>Pasal 14</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Setiap orang berhak memperoleh informasi.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Pasal 23</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Setiap orang bebas mempunyai dan mengeluarkan pendapat.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Deklarasi Universal HAM PBB</li>



<li>Article 19</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Setiap orang berhak atas kebebasan berpendapat dan berekspresi.</p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>PERSPEKTIF PROFETIK: AL-QUR’AN DAN HADIS</li>



<li>Al-Qur’an — Surah Al-Baqarah Ayat 42</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui.”</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makna:<br>kebenaran tidak boleh ditutupi propaganda atau manipulasi politik.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Surah An-Nisa Ayat 135</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan…”</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makna:<br>keadilan harus ditegakkan sekalipun terhadap kelompok sendiri.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>Hadis Nabi Muhammad SAW</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“Pemimpin yang menipu rakyatnya diharamkan baginya surga.”<br>(HR. Muslim)</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Makna:<br>kekuasaan wajib dijalankan dengan amanah dan kejujuran.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>CATATAN INTELEKTUAL REDAKSI</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Bangsa besar tidak dibangun dengan propaganda ketakutan.</p>



<p>Nasionalisme sejati bukan sekadar menyalahkan faktor luar negeri,<br>tetapi keberanian memperbaiki kelemahan internal bangsa sendiri.</p>



<p>Patriotisme bukan membela elite,<br>melainkan membela rakyat,<br>kejujuran,<br>dan masa depan negara.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Indonesia membutuhkan:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>transparansi,</li>



<li>keberanian moral,</li>



<li>penegakan hukum,</li>



<li>efisiensi anggaran,</li>



<li>dan kepemimpinan yang jujur kepada rakyat.</li>
</ul>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Karena sejarah menunjukkan:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>bangsa runtuh bukan hanya karena ancaman luar,</p>
</blockquote>



<p>tetapi karena kebusukan dari dalam.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>EDITORIAL FILSAFAT KEBANGSAAN</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Negara yang sehat lahir dari keberanian menerima kritik.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Jika seluruh kesalahan selalu dilempar ke luar negeri,<br>maka bangsa akan kehilangan tradisi evaluasi diri.</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>Demokrasi tanpa kritik akan berubah menjadi panggung propaganda.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Dan ketika propaganda lebih kuat daripada kejujuran,<br>rakyat perlahan kehilangan kepercayaan terhadap negara.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>PENUTUP:</li>



<li>PESAN MORAL DAN SOLUSI</li>
</ul>



<p>Indonesia tidak boleh hidup dalam budaya kambing hitam.</p>



<p>Krisis global memang nyata,<br>tetapi pembenahan nasional jauh lebih penting.</p>



<p>Solusi yang dibutuhkan bukan:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<ul class="wp-block-list">
<li>adu domba politik,</li>



<li>propaganda ketakutan,</li>



<li>atau pencitraan krisis.</li>
</ul>
</blockquote>



<p>Melainkan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>reformasi tata kelola,</li>



<li>pemberantasan korupsi,</li>



<li>kemandirian energi,</li>



<li>penguatan produksi nasional,</li>



<li>dan keberanian moral elite negara.</li>



<li>Karena pada akhirnya:</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>rakyat tidak membutuhkan drama politik.</p>
</blockquote>



<p>Rakyat membutuhkan kejujuran.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>ASAS PRADUGA TAK BERSALAH</li>
</ul>



<p>Artikel ini disusun berdasarkan prinsip:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>praduga tak bersalah,</li>



<li>keberimbangan informasi,</li>



<li>kebebasan pers,</li>



<li>dan hak publik memperoleh informasi.</li>
</ul>



<p>Seluruh pihak memiliki:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>hak jawab,</li>



<li>hak koreksi,</li>



<li>dan hak klarifikasi,<br>sesuai ketentuan:</li>



<li>UU Pers Nomor 40 Tahun 1999,</li>



<li>Kode Etik Jurnalistik,</li>



<li>serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia.</li>
</ul>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>DISCLAIMER</li>
</ul>



<p>Tulisan ini merupakan karya jurnalistik opini-editorial yang bertujuan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>pendidikan publik,</li>



<li>kontrol sosial,</li>



<li>literasi demokrasi,</li>



<li>dan penguatan kesadaran kebangsaan.</li>
</ul>



<p>Sebagian pendapat narasumber merupakan pandangan pribadi masing-masing dan tidak selalu merepresentasikan sikap redaksi.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<ul class="wp-block-list">
<li>HAK CIPTA DAN PERLINDUNGAN HUKUM</li>
</ul>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>© Hak Cipta Karya Jurnalistik dan Visual Dilindungi Undang-Undang Nasional dan Internasional.</p>
</blockquote>



<ul class="wp-block-list">
<li>Dasar hukum:</li>



<li>UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta,</li>



<li>Berne Convention for the Protection of Literary and Artistic Works,</li>



<li>TRIPS Agreement (WTO),</li>



<li>Universal Copyright Convention.</li>
</ul>



<p>Dilarang:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>menyalin,</li>



<li>memperbanyak,</li>



<li>mendistribusikan,</li>



<li>memodifikasi,</li>



<li>atau menggunakan isi dan visual tanpa izin tertulis pemegang hak cipta.</li>
</ul>



<p>Pelanggaran dapat dikenakan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>sanksi pidana,</li>



<li>perdata,</li>



<li>dan tuntutan hukum internasional sesuai ketentuan berlaku.</li>
</ul>
<p><a class="a2a_button_facebook" href="https://www.addtoany.com/add_to/facebook?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F09%2Fketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling%2F&amp;linkname=KETIKA%20KRISIS%20DIJADIKAN%20ALIBI%3A%20SELAT%20HORMUZ%2C%20ADU%20DOMBA%20POLITIK%2C%20DAN%20TRADISI%20LAMA%20%E2%80%9CMALING%20TERIAK%20MALING%E2%80%9D" title="Facebook" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_twitter" href="https://www.addtoany.com/add_to/twitter?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F09%2Fketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling%2F&amp;linkname=KETIKA%20KRISIS%20DIJADIKAN%20ALIBI%3A%20SELAT%20HORMUZ%2C%20ADU%20DOMBA%20POLITIK%2C%20DAN%20TRADISI%20LAMA%20%E2%80%9CMALING%20TERIAK%20MALING%E2%80%9D" title="Twitter" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_email" href="https://www.addtoany.com/add_to/email?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F09%2Fketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling%2F&amp;linkname=KETIKA%20KRISIS%20DIJADIKAN%20ALIBI%3A%20SELAT%20HORMUZ%2C%20ADU%20DOMBA%20POLITIK%2C%20DAN%20TRADISI%20LAMA%20%E2%80%9CMALING%20TERIAK%20MALING%E2%80%9D" title="Email" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_whatsapp" href="https://www.addtoany.com/add_to/whatsapp?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F09%2Fketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling%2F&amp;linkname=KETIKA%20KRISIS%20DIJADIKAN%20ALIBI%3A%20SELAT%20HORMUZ%2C%20ADU%20DOMBA%20POLITIK%2C%20DAN%20TRADISI%20LAMA%20%E2%80%9CMALING%20TERIAK%20MALING%E2%80%9D" title="WhatsApp" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_pinterest" href="https://www.addtoany.com/add_to/pinterest?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F09%2Fketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling%2F&amp;linkname=KETIKA%20KRISIS%20DIJADIKAN%20ALIBI%3A%20SELAT%20HORMUZ%2C%20ADU%20DOMBA%20POLITIK%2C%20DAN%20TRADISI%20LAMA%20%E2%80%9CMALING%20TERIAK%20MALING%E2%80%9D" title="Pinterest" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_button_google_gmail" href="https://www.addtoany.com/add_to/google_gmail?linkurl=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F09%2Fketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling%2F&amp;linkname=KETIKA%20KRISIS%20DIJADIKAN%20ALIBI%3A%20SELAT%20HORMUZ%2C%20ADU%20DOMBA%20POLITIK%2C%20DAN%20TRADISI%20LAMA%20%E2%80%9CMALING%20TERIAK%20MALING%E2%80%9D" title="Gmail" rel="nofollow noopener" target="_blank"></a><a class="a2a_dd addtoany_share_save addtoany_share" href="https://www.addtoany.com/share#url=https%3A%2F%2Fungkapkriminal.com%2F2026%2F06%2F09%2Fketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling%2F&#038;title=KETIKA%20KRISIS%20DIJADIKAN%20ALIBI%3A%20SELAT%20HORMUZ%2C%20ADU%20DOMBA%20POLITIK%2C%20DAN%20TRADISI%20LAMA%20%E2%80%9CMALING%20TERIAK%20MALING%E2%80%9D" data-a2a-url="https://ungkapkriminal.com/2026/06/09/ketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling/" data-a2a-title="KETIKA KRISIS DIJADIKAN ALIBI: SELAT HORMUZ, ADU DOMBA POLITIK, DAN TRADISI LAMA “MALING TERIAK MALING”"></a></p><p>Artikel <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com/2026/06/09/ketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling/">KETIKA KRISIS DIJADIKAN ALIBI: SELAT HORMUZ, ADU DOMBA POLITIK, DAN TRADISI LAMA “MALING TERIAK MALING”</a> pertama kali tampil pada <a rel="nofollow" href="https://ungkapkriminal.com">Ungkapkriminal.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ungkapkriminal.com/2026/06/09/ketika-krisis-dijadikan-alibi-selat-hormuz-adu-domba-politik-dan-tradisi-lama-maling-teriak-maling/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
