Januari 24, 2026

Ungkapkriminal.com

Diandalkan dan ditargetkan

IBADAH YANG TAK TERLIHAT: Ketika Menahan Marah, Menjaga Rumah Tangga, dan Membesarkan Anak Menjadi Ujian didalam Peradaban ?!

Keterangan Foto: Ilustrasi visual QS. Adz-Dzāriyāt ayat 56 tentang tujuan penciptaan jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah. Burung elang yang membawa mushaf Al-Qur’an melambangkan ketinggian ruh jihad kalam—perjuangan dikala sunyi menjaga iman, menahan hawa nafsu, dan menegakkan nilai ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Ayat ini menegaskan bahwa ibadah tidak hanya ritual, tetapi juga akhlak, kesabaran, dan tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah.

OLEH REDAKSI || UngkapKriminal.com |
FAKTA BUKAN DRAMA
SASTRA — PROFETIK

“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Ayat ini sering dibaca, jarang direnungi secara utuh.
Ibadah kerap dipersempit menjadi ritual, padahal ia adalah sikap hidup—cara manusia berdiri di hadapan amarahnya, egonya, keluarganya, dan Tuhannya.

Ada ibadah yang sunyi.
Tak terdengar di mimbar.
Tak terlihat kamera.
Tak dipuji manusia.
Namun dicatat utuh oleh Allah.

TEMUAN UTAMA INVESTIGATIF INTELLECTUAL:
Tim Redaksi UngkapKriminal.com mencatat satu fenomena yang luput dari perhatian publik dan negara:

Krisis rumah tangga, kelelahan mental, dan konflik domestik bukan semata persoalan moral pribadi, tetapi alarm peradaban.

Di ruang-ruang domestik—dapur, kamar tidur, halaman rumah—sedang berlangsung pertarungan antara nafsu dan ibadah.

IBADAH DI LUAR SAJADAH
. Menahan Marah: Jihad Paling Berat
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Orang kuat bukanlah yang menang dalam gulat, tetapi yang mampu menahan diri ketika marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Menahan marah adalah jihad batin.
Ia tidak heroik di mata manusia, tetapi sangat mahal di sisi Allah.

. Memperbaiki Rumah Tangga: Ibadah Strategis
Allah berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia menciptakan untukmu pasangan hidup agar kamu memperoleh ketenangan.”
(QS. Ar-Rum: 21)

Rumah tangga bukan arena adu kuasa,
melainkan laboratorium akhlak.
Setiap kata yang ditahan,
setiap ego yang diredam,
adalah ibadah berlapis pahala.

. Menjaga Anak: Amanah Peradaban
Allah mengingatkan:

“Wahai orang-orang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
(QS. At-Tahrim: 6)

Anak bukan sekadar darah daging,
mereka adalah arsip masa depan umat.

Tangis anak akibat konflik orang tua adalah bukti kegagalan kolektif, bukan sekadar masalah pribadi.

. Mengakui Salah: Ibadah Orang Dewasa
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Setiap anak Adam pasti berbuat salah, dan sebaik-baik yang bersalah adalah yang bertaubat.”
(HR. Tirmidzi)
Mengakui salah bukan kehinaan,

melainkan kedewasaan spiritual.

ANALISIS PAKAR
Dr. Azyumardi Azra (alm.) – Perspektif Etika Sosial Islam

“Islam memandang rumah tangga sebagai unit peradaban. Keretakan rumah adalah sinyal dini runtuhnya nilai sosial.”

Prof. Quraish Shihab – Tafsir Kehidupan

“Ibadah itu luas. Bahkan diam untuk tidak menyakiti adalah ibadah.”

LANDASAN HUKUM & HAK ASASI
Hukum Nasional

UUD 1945 Pasal 28B ayat (2)
Hak anak atas perlindungan dan tumbuh kembang.

UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak

UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan

HAM Internasional

Universal Declaration of Human Rights (UDHR) Pasal 16
Keluarga sebagai unit fundamental masyarakat.
Convention on the Rights of the Child (CRC)
Negara boleh abai,

tetapi Allah tidak pernah lalai mencatat.

CATATAN INTELEKTUAL PRESISI REDAKSI

Ibadah yang paling menentukan masa depan bangsa bukan hanya di masjid,
tetapi di ruang domestik yang sunyi.
Di sanalah kejujuran diuji.
Di sanalah ego dipatahkan.
Di sanalah manusia memilih:
menjadi hamba atau menjadi nafsu.

PENUTUP PROFETIK
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”
(HR. Tirmidzi)

Jika hari ini engkau:
menahan marah,
memperbaiki rumah tangga,
menjaga anak,
mengakui salah,
maka engkau sedang beribadah,
meski tak seorang pun bertepuk tangan.
Dan Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”

(QS. Al-Baqarah: 153)

Redaksi UngkapKriminal.com
Jurnalisme Profetik untuk Keadilan, Kebenaran, dan Peradaban.