
Ungkapkriminal.com||
JAKARTA — PT Pertamina
(Persero) menargetkan
Pengurangan Karbon
Dioksida (CO2) hingga
81,4 juta ton
Pada tahun 2060.
Hal ini sejalan
Dengan kebijakan
Pemerintah yang
Menargetkan pada
2030 penurunan emisi
Sebesar 29 persen
Dengan kemitraan global.
Direktur Strategi ,
Portofolio dan
Pengembangan
Usaha Pertamina
” Atep Salyadi Dariah Saputra ” Mengatakan ,”
Guna mencapai
Aspirasi tersebut,
Pertamina mengembangkan
Sejumlah strategi
Yang diterjemahkan
Dalam dua pilar utama
Dan tiga enabler.
Kedua pilar utama tersebut
Antara lain
Dekarbonisasi kegiatan
Usaha dan pengembangan
Bisnis hijau baru.
Sedangkan tiga Enabler
Yang akan mendukung
Rencana Pertamina
Dalam mendorong
Net Zero Emission ,
Pertama ialah
Mengembangkan
Standar penghitungan
Karbon yang telah
Disetujui oleh peraturan
Nasional dan internasional ,
Serta penerapan Harga
Karbon Internal Pertamina.
Kedua, membangun
Organisasi keberlanjutan
Yang akan mengawasi
Bisnis Pertamina
Berada di jalur yang
Benar untuk tujuan
Net Zero Roadmap-nya.
Ketiga, keterlibatan
Pemangku kepentingan
Untuk sepenuhnya
Mendukung target dan
Komitmen NZE nasional.
Pertamina Gandeng BEI
Untuk Perdagangan Karbon
“Sebagai perusahaan energi,
Pertamina memiliki
Tanggung jawab besar
Untuk menjadi pilar
Pencapaian net zero
Emisi di Tanah Air,
Dengan prinsip
Keterjangkauan dan
Kewajaran,” ujar Atep
Saat dialog bertajuk
Commitment on
Net Zero Emission
Dikutip, Rabu,
19 Oktober 2022.
Ia menjelaskan
Untuk dekarbonisasi
Bisnis dilakukan
Melalui efisiensi energi,
Peningkatan kapasitas
Pembangkit listrik
Ramah lingkungan,
Pengurangan loss,
Elektrifikasi armada dan
Peralatan statik,
Penangkapan dan
Penyimpanan karbon
(penggunaan sendiri),
Menggunakan armada
Dengan bahan bakar
Rendah atau nol karbon.
Sedangkan untuk
Pengembangan bisnis baru,
lanjut Salyadi, dapat
Diwujudkan melalui
Produksi energi
Baru terbarukan ,
Pembangunan EV
Charging & swapping
Produksi hidrogen
Biru/hijau untuk
Digunakan oleh
Manufaktur atau
Transportasi, “
Pelaksanaan nature
Based solutions,
Produksi baterai dan
Kendaraan listrik,
Produksi biofuel serta
Menjalankan bisnis
Pasar karbon dan
” CCS/CCUS “
Terintegrasi.
“Upaya menjalankan
Transisi energi
Oleh Pertamina ini
Sekaligus untuk
Memastikan ketahanan
Energi Indonesia,”
Ucapnya.
Sejalan dengan
Transisi energi ,”
Lanjut Salyadi ,
Pertamina juga
Berkomitmen untuk
Mengembangkan
Infrastruktur Energi
Baru dan Terbarukan (EBT),
Yang diharapkan
Dapat menghasilkan
Pendapatan sebesar
USD30 hingga
USD40 Miliar
Pada Tahun 2060.
“Penandatanganan
NZE Commitment
Sebagai langkah
Konkret untuk
Mendukung agenda
Transisi energi
Pemerintah Indonesia
Dalam mencapai
Target ZE nasional,”
Imbuhnya.
Salyadi menambahkan, “
Pertamina melibatkan
Mitra nasional dan
Global untuk
Menjajaki Kemitraan
Dalam program
Dekarbonisasi dan
Mempercepat
Pertumbuhan EBT,
Sebagai upaya
Untuk Mencapai
Net Zero Emission.
Kolaborasi ini di
Pandang penting,
Terlebih dalam
Menghadapi tantangan
Yang sama dalam
Proses transisi energi,
Khususnya di bidang
Teknologi dan pembiayaan.
“Pertamina juga
Berpartisipasi aktif
Falam B20.
Peran task force energi,
Keberlanjutan, dan
Iklim dalam B20
Adalah untuk berbagi
Pandangan dunia usaha
Untuk mendukung agenda
Transisi energi melalui
Rekomendasi kebijakan
Kepada para
Pemimpin G20.
Selain itu, Satgas
Berperan sebagai
Jembatan antara
Dunia usaha dan
Pemangku kepentingan,
Serta membentuk
Kemitraan dan kolaborasi
Sebagai katalis untuk
Mempercepat tujuan
Dan sasaran
Transisi energi,”
Jelasnya. ( Tim / Red )
More Stories
GAZA TERANCAM KELAPARAN, STOK HANYA BERTAHAN 2 PEKAN !!
Pembukaan Turnamen Sepakbola Sukahati CUP 2024, Kades Sukahati : mencegah kenakalan remaja dan mencari bibit unggul sepakbola
Jamaah Alfiqtour Periode 10 Oktober 2024 Gelar Manasik Umroh