jakarta – Perang dagang Amerika Serikat – China kembali memanas, China membalas tarif tinggi Amerika Serikat dengan mengenakan beban baru pada ekspor energi dan pertanian Amerika.
Amerika Serikat di bawah Presiden Donald trump dan Pemerintah China di bawah Xi Jinping. Puncak gejolak terjadi pada Jumat (5/4/2025) saat pasar global dibuka.
Oleh sebab karena dari itu, Wall Street langsung terpukul, indeks Dow Jones jatuh 600 poin. Harga minyak dunia ikut terseret, turun lebih dari 4%.
Kemudian dari itu China merespons kebijakan AS yang menaikkan tarif pada produk teknologi dan kendaraan listrik asal China.
Dunia barat pun bereaksi mengakibatkan Para Investor panik, pasar bergejolak !!
“Jika eskalasi terus berlanjut, dunia bisa masuk resesi baru,” kata analis pasar global, Ethan Morris dari JPMorgan.
Sementara itu, pelaku industri di AS cemas, “Ekspor kami bisa lumpuh. Kami butuh stabilitas, bukan perang dagang,” ujar Mark Collins, CEO perusahaan agrikultur Amerika Serikat,” Celoteh nya.



More Stories
“Lahirnya Generasi Qurani di Tengah Krisis Moral Global: Wisuda Tahfizh Bukan Sekadar Seremonial, Tetapi Perlawanan Peradaban”
“Rupiah Menembus Rp17.600 per Dolar AS: Alarm Ekonomi atau Ujian Kedaulatan Bangsa?”
Lampu Merah untuk Dishub Bogor: Terminal Liar di Tegar Beriman Menantang Nyawa dan Aturan