April 13, 2026

Ungkapkriminal.com

Diandalkan dan ditargetkan

Lampu Merah untuk Dishub Bogor: Terminal Liar di Tegar Beriman Menantang Nyawa dan Aturan

BOGOR – Sudah saatnya Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menunjukkan taringnya. Jalur protokol Jalan Raya Tegar Beriman, yang seharusnya menjadi etalase ketertiban Ibu Kota Kabupaten, kini justru terlecehkan oleh keberadaan terminal bayangan bus Antar-Kota Antar-Provinsi (AKAP). Senin, (13/04/26).

Parkir liar yang memakan badan jalan di wilayah Kelurahan Bojong Baru ini bukan lagi sekadar hambatan lalu lintas, melainkan penghinaan terhadap fungsi pengawasan instansi terkait. Bus-bus raksasa tersebut seolah memiliki “imunitas” untuk menetap di jalur lambat hingga jalur cepat tanpa tersentuh sanksi gembok maupun derek.

Kondisi ini memicu dugaan miring di masyarakat. Apakah Dishub tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu? Absennya petugas di titik krusial ini memperkuat spekulasi adanya praktik “koordinasi bawah meja” antara pengelola armada dan oknum petugas lapangan.

Rinto (35), warga yang setiap hari melintas, menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja otoritas terkait. Bagi para komuter, pembiaran ini adalah bentuk kelalaian negara dalam menjamin keselamatan warganya.

“Kami minta Dishub jangan cuma diam di kantor atau sibuk di titik lain. Lihat di sini, bus-bus besar parkir tanpa pengaman di malam hari. Itu bukan lagi gangguan, itu maut yang dijemput! Jangan sampai ada keluarga kami yang jadi korban dulu, baru kalian sibuk pasang garis polisi,” cetus Rinto dengan nada pedas.

Masyarakat kini menagih aksi nyata. Jika UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan masih berlaku, maka pembiaran terhadap parkir liar ini adalah pelanggaran nyata terhadap mandat pelayanan publik.

Hingga kini, publik masih menunggu langkah berani dari Kepala Dishub Kabupaten Bogor untuk membersihkan jalur Tegar Beriman dari praktik komersialisasi jalan umum. Kebisuan yang berlarut hanya akan semakin meruntuhkan kepercayaan warga terhadap integritas aparat di Kabupaten Bogor (red)